Testimoni

Gangguan Imunitas Tubuh Karena Alergi – Pengalaman Hisyam Abdullah Dalam Menangani Alergi Kini Bebas Makan Udang “Buat saya TNM adalah sebuah keajaiban”

SEJAK berusia tiga puluh tahun, Hisyam sudah didera dua jenis alergi. Pertama, ia alergi pada debu dan udara dingin. Sepuluh menit saja di ruangan ber-AC atau tempat yang dingin seperti daerah perbukitan akan langsung membautanya batuk, pilek dan sesak nafas. Alergi Hisyam yang kedua adalah pada telur dan udang. Secuil saja akan membuat wajah, tangan dan kakinya gatal-gatal, berbintik-bintik merah serta bibirnya bengkak. Ketika masih SD, ia nyaris tiap bulan pergi ke dokter. Banyak dokter spesialis yang ia datangi. Ia juga mencoba berbagai macam obat herbal. Namun baik obat medis maupun herbal tak ada yang bisa menyembuhkan alerginya. Semua hanya mengurangi gatal saja. Misalnya jika ia biasanya gatal-gatal dan bengkak sehabis makan udang, maka obat-obatan itu membuat bengkaknya hilang, tapi gatalnya tidak.

Akhirnya, pada bulan Maret 2008, saat berusia 17 tahun, ayahnya menyuruh Hisyam minum TNM. Hisyam mulai mengonsumsi TNM tiga kali sehari. Tiga hari pertama, ia merasakan efek detoks TNM. Selama tiga hari itu, ia batuk, pilek dan sesak napas. Ia bahkan harus tidur dalam posisi duduk karena berbaring akan membuatnya tak bisa bernafas. Perlahan-lahan, efek detoks mereda dan hilang 100% pada hari ke 6. Esoknya, pada hari ketujuh, Hisyam mencoba menyantap dua potong udang berukuran sedang. Ia ingin menguji sejauh apa pengaruh TNM pada alerginya.

Hisyam menunggu satu dua jam setelah makan udang, tapi ia tak kunjung gatal atau berbintik merah. Padahal biasanya, alerginya langsung kumat lima menit setelah makan udang. Tiga hari berturut-turut ia mencoba melahap udang dan telur, tapi tak ada reaksi alergi apapun yang muncul. Bisa dikatakan, alerginya terhadap makanan sudah sembuh!

Sementara, alergi terhadap udara dingin dan debu kinu jauh berkurang. “Mungkin bisa dikatakan sembuh 95%,” kata Hisyam. “Dulu, saya sesak napas dan tidak bisa tidur semalaman. Tapi kini reaksi yang muncul hanya pilek sedikit. Terkadang, pileknya bahkan hilang dengan cukup meminum teh hangat.”

Gangguan Imunitas Tubuh Karena Alergi – Pengalaman M. Sholikin Mengatasi Alergi Kulit

Lebih dari 18 tahun, M. Sholikin mengalami alergi kulit yang menyiksa hidupnya. Bayangkan, makan apapun bisa membuat kulitnya gatal dan memerah diseluruh bagian tubuhnya.

Tak hanya makanan yang membuat tubuh ayah dua anak ini menjadi gatal, merah, dan panas pada kulitnya. Pakaian yang harus dikenakan adalah pakaian 100% berbahan katun. “Jika tidak, maka seluruh tubuh akan kembali memerah,” ungkapnya.

Sudah bermacam cara pengobatan dilakukan oleh M. Sholikin. Mulai medis hingga alternatif. “Sampai-sampai saya sudah bosan dengan rasa obat. Entah efek samping apa yang bakal mendera saya akibat seringnya mengonsumsi obat-obatan.”

Namun semenjak disarankan oleh salah seorang sahabat untuk mengonsumsi TNM, makanan apapun pasti akan dilahap oleh pria asal Kediri ini. “Dalam tiga hari saja, TNM sudah bekerja menghajar alergi saya. Efek pertama adalah buang air besar saya menjadi lancar dan rutin setiap pagi hari,” ujar Sholikin yang mempelajari khasiat TNM terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

Menjelang sebulan mengonsumsi TNM, Sholikin memberanikan diri memakan sate kambing yang selama ini menjadi momok baginya. Namun tidak ada gejala perut sakit dan sering buang air besar yang kadang membuatnya lemas, setelah memakan sate kambing. “Dalam hati saya berkata, wah jus ini sangat ampuh memberantas keluhan saya yang sudah menahun,” ceritanya.

Kejadian serupa juga terjadi ketika pakaian dalam dan sabun yang disarankan oleh dokter untuk dipakainya habis dipasaran sekitar tempat tinggalnya di Denpasar. “Mau tidak mau saya gunakan sabun biasa dan pakaian dalam biasa. Alhamdulillah, tidak ada efek yang berarti dalam kulit. Saya yakin bahwa, alergi saya berangsur-angsur pergi.”

Alergi yang dialami Sholikin bermula ketika ia mendapatkan proyek renovasi hotel Papandayan di Bandung tahun 1990 silam. Pola makan yang tidak teratur serta keletihan dan debu dalam pengerjaan proyeknya, menjadi titik awal masalah alergi yang dialaminya. “Hal itu membuat biaya hidup saya sangat tinggi. Bayangkan saja jika semua barang yang saya gunakan harus steril. Bahkan harus sering cuci tangan jika memegang sesuatu.”

Demi menjaga alerginya tidak muncul ia harus rela mengonsumsi nasi. “Habis kalau saya makan menggunakan lauk, pasti alergi saya akan timbul. Mau tidak mau saya hanya makan nasi saja,” terangnya. Tapi sekarang keadaan sudah berubah, Sholikin tidak perlu lagi pantang makanan. “Allah SWT telah menjadikan TNM Juice sebagai mediasi kesembuhan alergi saya,” tukasnya.

Gangguan Imunitas Tubuh Karena Dermatomyositis – Pengalaman Maria Beatrix Melawan Dermatomyositis; Penyakit Yang Menyerang Imunitas Tubuh

Namaku Maria Beatrix, lahir tahun 1980. sejak usia 5 tahun memakai kursi roda karena penyakit Dermatomyositis, yaitu gangguan system kekebalan tubuh (auto immune system) yang menyerang otot dan kulit sendiri.

Penyakit ini tidak ada obatnya. Akibat minum obat penekan imun (corticosteroid), tubuhku praktis tanpa perlindungan sehingga rentan terkena jamur, virus, bakteri, ditambah efek samping obat yang sangat luas.

Pankreasku sudah mundur. Aku diabetes sejak usia 16 tahun dan harus suntik insulin. Daya kerja ginjal merosot sehingga harus minum pil diuretic (peluruh urine). Kalau tidak, sekujur tubuh bengkak-bengkak karena racun tak bias keluar akibat buang air kecil hanya sedikit. Kondisiku sangat menurun, badan tidak kuat lagi, padahal aku gemar berenang. Sedih rasanya.

Sampai suatu hari, seorang teman menelepon dan memberitahu tentang TNM. Waktu itu aku skeptis. Apakah mungkin penyakit yang sudah 21 tahun bisa membaik? Akhirnya aku memutuskan untuk mencobanya. Waktu itu aku minum, sore dan malam hari. Ajaib! Pinggangku yang sudah 3 minggu sakit karena terkilir, malam itu tidak terasa sakit lagi.

4 hari kemudian aku merasakan badan fit luar biasa. Padahal biasanya sering lelah dan lesu. Aku coba pergi ke Bali, 10 hari 9 malam. Tetap fit! Sewaktu disana, punggungku terbakar matahari dan sakit sekali. Kucoba usapkan TNM sebagai pengganti salep. Ajaib, esoknya sakitnya hilang! Selain itu, kuku kaki/jempol yang sakit karena infeksi selama 3 tahun, bisa sembuh dalam 1 malam setelah kutetesi TNM ! Padahal menurut dokter, kuku yang tak melekat itu harus dicabut dan diobati selama 3 bulan yang membuatku merasa ngeri.

Yang lebih menakjubkan lagi, sebulan setelah minum TNM Juice, semua obatku turun 50% dosisnya. Prednisone (penekan imun) menjadi 1 tablet/hari dan ternyata aku tetap fit. Kadar gula turun menjadi 150 dari 400 sehingga hanya perlu 20 unit insulin saja yang sebelumnya 40 unit. Puji Tuhan, sekarang aku tak perlu minum Lasix lagi (diuretic), ginjalku sudah berfungsi normal, terbukti buang air kecil sangat lancar.

Tubuhku benar-benar jadi super fit berkat TNM. Berenang jadi kuat 15 meter x 10, dan ngebut di mall dengan kursi rodaku! Hahaha… ternyata TNM sangat aman, dan bisa diminum sambil tetap menjalani pengobatan atau terapi lainnya. Aku tidak pernah ada keluhan efek samping padahal aku sangat sensitif dengan obat-obatan.

Gangguan Imunitas Tubuh Karena Virus Tokso – Pengalaman Manalu “Badan lemas, sering mimpi buruk, dan kelumpuhan tidak terjadi karena TNM”

Agustus 2010 lalu, otak Manalu terikfeksi virus tokso. Selama satu bulan ia lemas tak berdaya. Kepalanya pusing dan bahkan sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur. Virus itu membuat kekebalan tubuhnya menurun drastis.

Pada bulan September, kondisinya drop. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. saat itu hasil tes CD4 sangat rendah. Tes ini menunjukkan jumlah CD4 / sel darah putih dalam 1 milimiter kubik darah. Sel darah putih sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh. Hasil tes CD4 hanya menunjukkan angka 6, padahal jumlah CD4 yang normal berkisar antara 500 – 1600. Seorang dokter bahkan mengatakan, dengan hasil tes CD4 serendah itu, ia seharusnya sudah berada di”alam lain”.

Di rumah sakit, kondisinya terus memburuk. Namun ditengah kekalutan, keluarga Rondang bertemu dengan Ramadhan – yang datang membawakan TNM. Rondang kaget melihat perkembangan Bambang. Tiga hari setelah mengkonsumsi TNM, bibirnya yang monyong akibat serangan stroke bisa kembali normal. Rondang pun terpikir untuk memberikan TNM kepada Manalu. Pada hari pertama, Manalu mengkonsumsi TNM secara intens. Dalam dua jam, ia menghabiskan 1 botol TNM. Saat itu, karena kondisinya memang parah. Meskipun Manalu tetap sadar, namun karena syarafnya terserang virus, ia tak nyambung jika diajak bicara.

Setelah botol pertama habis, selanjutnya Rondang memberi Manalu 100 ml TNM per satu jam. Konsumsi TNM memberikan dampak yang menggembirakan. Manalu sudah bisa duduk sendiri dari posisi berbaring. Tadinya, ia bahkan harus dibantu dua orang untuk bisa duduk diranjang. Dampak lainnya setelah lima hari tidak bisa buang air besar (BAB) sehingga perutnya mengeras, Manalu pun bisa lancar BAB setelah meminum TNM. Air seninya yang sebelumnya keruh berubah menjadi bening.

Selama mengonsumsi TNM, Manalu tetap teratur meminum obat-obaran yang diresepkan dokter. Ada obat paru-paru untuk mengobati TBC-nya, obat syaraf dan obat tokso. Karenan dosis obat kimia yang tinggi, kulit Manalu menghitam bak arang. Namun dua bulan kemudian, ia sembuh dari TBC, bahkan tidak mengeluarkan dahak lagi. sebelum mengonsumsi obat tokso, dokter berpesan pada Manalu bahwa obat itu akan membuatnya lemas, sering bermimpi buruk dan lumpuh seperti kakek umur 60 tahun. Minimal Manalu takkan bisa beraktivitas normal selama 6 bulan. Nyatanya, konsumsi obat tokso yang diiringi TNM membuat semua “vonis” dokter itu tak terbukti. Dalam waktu 2 bulan, Manalu sudah aktif lagi. Ia naik motor kemana-mana dan giat memasarkan TNM juga. kini Manalu telah mengurangi dosis obat-obatan medisnya serta tetap mengonsumsi TNM. Empat bulan lagi, ia akan kembali menjalani tes untuk melihat perkembangan kondisinya. Namun Manalu, Rondang dan keluarga sangat yakin, TNM akan membantu mereka memulihkan kondisi Tanda.

Gangguan Imunitas Tubuh Karena Virus Lupus – Pengalaman Ruthia Pasaribu Melawan Serangan Virus Lupus

Dara manis bernama Ruthia Pasaribu kini merasa plong dalam menjalani hidupnya. Bahkan jika harus beraktifitas selama 24 jam pun ia tidak akan keberatan, karena imunitas tubuhnya sudah kembali normal. Ia malah merasa lebih kuat dari sebelumnya.

Juli 2006 menjadi awal penderitaan Ruth, begitu ia terdiagnosa Penyakit Lupus. Mulanya tubuh Ruth timbul lebam. Lama kelamaan lebam tersebut semakin banyak dan terasa sakit. Anehnya lagi, Ruth merasa tubuhnya semakin lama semakin melemah. Padahal ia sudah memenuhi kebutuhan gizi, nutrisi dan lainnya untuk tubuh. “Jika saya beraktifitas selama 4 jam, saya harus menggantikan energi saya dengan tidur selama 3 hari,” cerita Ruth.

Medis mendiagnosa bahwa ini adalah Gejala Lupus, penyakit yang menyerang imunitas tubuh. Satu satunya penakluk adalah steroid. Benar saja, dalam waktu 3 minggu, steroid mengembalikan vitalitas Ruth, sayangnya steroid berimbas pada kerapuhan pada tulang untuk jangka lama. “Obat itu adalah mesin pembunuh jangka panjang,” katanya.

Tak ingin memperparah kondisi dengan meminum steroid, Ruth memilih berbaring di rumah. Ia lalu mengalami depresi berat dengan kondisi tubuhnya. Derita Ruth membuat sang mama merasa miris akan kondisinya. Sampai akhirnya doa untuk kesembuhan putrinya terkabul dengan diperkenalkannya Ruth dengan TNM.

Awalnya Ruth tidak mau karena harganya mahal dan ia pesimistis dengan hasilnya. Tapi melihat kondisi mamanya yang menderita sakit ginjal dan jantung bisa sembuh, Ruth mencoba meminumnya. Benar saja, dalam sebulan imunitas Ruth kembali seperti semula. Ia sudah bisa kembali beraktifitas. “Tuhan mengabulkan doa saya atas kesembuhan dan merayakan natal tahun ini bersama keluarga. Terima kasih TNM.

Gangguan Imunitas Tubuh Karena Virus Lupus – Pengalaman Rutnawati Sagala Melawan Serangan Virus Lupus

pengobatan lupus terbaik di indonesiaRutnawati Sagala, 35 tahun telah mempercayakan kepada TNM untuk menjaga vitalitas tubuhnya. Selama 6 bulan ini, ia terus mengonsumsi TNM untuk menghadapi tantangan dalam aktifitas pekerjaan sehari-hari tanpa perlu cemas jika staminanya menurun. Keyakinan ini timbul setelah TNM mampu menjinakkan Penyakit Lupus yang dideritanya dan baru terdiagnosa pada Maret 2008 lalu.

Tidak hanya stamina serta vitalitas tubuh saja yang dirawat oleh TNM melainkan mampu menjaga immunitas tubuh dari virus Lupus. Untuk Rut, anak ke 4 dari 7 bersaudara ini, mulai merasakan keanehan yang terjadi pada tubuhnya 10 tahun yang silam. Muncul ruam-ruam merah yang cukup menganggu pada sekujur tubuhnya. “Awalnya di wajah, kemudian menjalar ke seluruh tubuh dan kepala. Namun medis belum bisa mendiagnosa, dokter hanya curiga bahwa ini hanya penyakit kulit,” jelas Rut. Lima tahun kemudian, tahun 2003, gejala yang ditonjolkan Penyakit Lupus ini semakin mengerikan, ruam-ruam merah muncul semakin banyak dan kulit melepuh di seluruh tubuh. “Sampai-sampai semua (maaf) bulu yang ada di tubuh rontok,” cerita Rut.

Namun tetap saja medis masih belum bisa mendeteksi apa yang menyebabkan Rut mengalami hal seperti itu. Hingga suatu hari, seorang Dokter di RS Adven Bandung curiga dengan gejala yang dialami Rut. Semakin hari kondisinya semakin parah dan bahkan ia telah divonis akan meninggal. Dengan menjalani serangkaian test, akhirnya diketahui bahwa ia mengidap penyakit Lupus. “Puji Tuhan, yang masih mengijinkan saya hidup, berkat TNM yang ditelusuri adik ipar saya melalui internet, saya mencoba mengkonsumsinya. Dan hasilnya, saya masih berada disini dan menceritakan semua pengalaman hidup saya yang cukup mengerikan,” terang Rut. Rut menambahkan bahwa, tidak ada sesuatu hal yang tidak mungkin di dunia ini. Dan Rut yakin bahwa TNM memang diciptakan Tuhan untuk membantu orang-orang yang menderita penyakit Lupus seperti dirinya.

Gangguan Imunitas Tubuh Karena Virus AIDS – Pengalaman Heryani; Hasil Pemeriksaan CD 4 Absolut Saya Kembali Normal – Bebas Dari Serangan Virus AIDS

Penyembuhan AIDS bisa dilakukan oleh siapa saja yang butuhHIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD 4 Positive T-Sel dan Macrophages – komponen – komponen utama sistem kekebalan sel). dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus menerus, dan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.

Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak segera  setelah terjadi infeksi awal. Dan inilah yang terjadi pada bapak Darling Yunior Almarhum suami ibu Heryani yang meninggal akibat HIV. Berdasar keterangan dokter mengenai kondisi suaminya, maka Heryani pun diminta untuk melakukan tes laboratorium untuk mengetahui apakah ia tertular virus HIV atau tidak. “Saya tidak tahu bagaimana suami saya semasa dulu. Yang saya tahu, semenjak kenal hingga menikah bahkan suami saya meninggal semua baik-baik saja. Saya tidak tahu dari mana asal muasal virus ini menjangkitinya.” Kenangnya. Ikhlas… mungkin itu yang bisa menggambarkan hati Heryani saat itu. Pada tanggal 13 November, berdasarkan data dari Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Jakarta, diketahui :

  • CD 4 Absolut : 258 nilai rujukan : 410 : 1590
  • CD 4 % : 14 nilai rujukan : 31 – 60

Lab 1Yang artinya, Heryani tertular virus HIV dari sang suami. Heryani tidak patah arang. Ia percaya semua sudah diatur oleh Sang Pencipta. Ia tetap bersyukur dan berikhtiar selalu. Terlebih lagi berdasar hasil tes laboratorium, kedua anaknya, yang pertama putra, Berjeno Burokapu (7) dan adiknya, Desby Ladenna (5) tidak terinfeksi virus HIV. Semangat hidupnya semakin bertambah demi kedua buah hatinya.

Tak lama itu pula seseorang merekomendasikan TNM. Tanpa pikir panjang dan dengan motivasi ingin yang terbaik dan ingin sembuh ia pun membeli TNM. Per tanggal 3 Desember, Heryani mulai minum TNM, per tanggal 12 Desember, ia kembali melakukan cek darah untuk melihat perkembangan CD 4 di laboratorium yang sama, hasilnya :

  • CD 4 Absolut : 281 nilai rujukan : 410 : 1590
  • CD 4 % : 18 nilai rujukan : 31 – 60

Mulai ada perkembangan yang berarti, membuat semangat Heryani semakin bertambah untuk sembuh.Lab-2

Minuman TNM terus dilanjutkan setiap hari hingga tanggal 2 Januari 2013 (selama 30 hari). Sejak pertama mengkonsumsi TNM, Heryani kerap merasakan badan menggigil pilek dan batuk terus-menerus. Setiap BAB berwarna hitam, maag seperti melilit dan perih hingga kehilangan nafsu makan. Ia tidak kaget karena sebelumnya sudah diberitahu akan reaksinya, dan terus minum TNM secara rutin. Setelah reaksi tersebut menghilang dan berganti reaksinya. “ Saya merasa jauh lebih sehat dan nafsu makan meningkat,” katanya.

Pada tanggal 15 Januari, ia kembali melakukan cek darah untuk ketiga kalinya untuk melihat perkembangan CD 4 di laboratorium yang sama. Hasilnya:

  • CD 4 Absolut : 418 nilai rujukan : 410 : 1590 (Normal)
  • CD 4 % : 19 rujukan : 31 – 60

Lab-3

Berat badan turun 10% setiap bulan yang biasa terjadi pada orang yang terinfeksi HIV tidak berlaku pada diri Heryani. “Hingga saat ini saya juga lepas obat dan dokter dan minum TNM. Alhamdullilah… berat badan saya juga naik dari yang semula 50 kg menjadi 56 kg.” ucap ibu rumah tangga ini seraya tertawa lepas. “TNM itu LUAR BIASA! Saya tenang saja dan yakin pada kuasa Allah SWT. Semua pasti ada jalannya, jodoh, rizki, dan maut sudah diatur-Nya.” Ujarnya mantap. Hingga saat ini Heryani, ibu muda yang juga luar biasa ini tetap minum TNM setiap hari.

Untuk Harga dan Cara Pesan TNM

klik

Tombol Pesan Obat Imunitas